Hwa.. Memilih Jodoh?!?!

Hohoho.. di bulan Februari yang “pink” banget ini,

Dimana cupid berpesta ria karena begitu banyaknya uang tips yang mereka terima atas usaha para cupid mengirimkan

surat

cinta, coklat, bunga, syair cinta, dll, dst, dkk..

Dimana gombalisasi menjadi suatu sajak, syair, dan bahasa komunikasi yang digolongkan dalam klasifikasi wajar..

Dimana banyak banget media komunikasi yang mengekspos mengenai cinta, kasih, cinta, kasih, dan cinta..

Hohoho.. romantis sekali bulan ini..

Dan.. Saya.. Tarida Diana Margaret.. yang lebih senang dan nyaman dengan inisial dan panggilan dida dianna..

Dengan hati dan semangat yang nge-”pink” banget, sangat rindu untuk membagikan hal-hal yang saya temukan dan baca di berbagai artikel dari bermacam-macam buku dan majalah yang saya telaah..

So, here i am, dida dianna..

Wanna share about love.. in this ”pinky” month ;)

Dida begitu tercengang, kaget, surprised, dan amazed.. Ketika dida membuka sebuah buku yang berjudul TRUTH. Anehnya, halaman yang pertama kali dida buka adalah halaman tengah! Padahal, biasanya, dida selalu membuka buku dari halaman pertama.. kali ini, entah mengapa, jari-jari dida mengarah pada halaman tengah.. Dan.. muncullah sebuah artikel berjudul “Jodoh di Tangan Kamu”.

OH MY GOD!!!

Di bulan yang nge-“pink” banget ini, kok hampir setiap hari, dida dicekokin sama hal-hal yang berhubungan dengan cinta, kasih, pacaran, pasangan hidup, dan pernikahan..

Ini pasti rencana Tuhan!

Isi artikelnya buagus… buanget..!!!

Let me share it to you..

Well, isi artikel “Jodoh di Tangan Kamu” itu, pada intinya membahas hal-hal yang sama, seperti 2 blogs dida sebelumnya.. Jadi, untuk hal-hal yang sama, dida rasa, nggak perlu dida tulis lagi, yah!

Tapi, uniknya, artikel ini menegaskan bahwa kita diajar untuk memiliki hikmat dalam menentukan jodohnya. Tuhan memberi tanggung jawab kepada kita masing-masing untuk bergumul dalam memilih siapakah pendamping hidup kita di tengah kancah dunia yang begitu semarak ini. Kesalahan memilih jodoh, tidak boleh semata-mata ditumpukan kesalahannya pada Tuhan. Kenapa? Karena jodoh yang kita pilih berdasarkan keputusan kita, maka kita wajib bertanggung jawab atas pilihan dan keputusan kita sendiri. Layaknya kebesan memilih yang Allah berikan kepada Adam dan Hawa di Taman Eden. Ketika mereka salah memilih, maka mereka harus menerima resiko atas keputusannya dalam memilih.

Next..

Ternyata, memilih itu nggak segampang membalikkan telapak tangan dalam hom pim pah, juga nggak semudah menghitamkan lembar jawaban komputer pake pensil 2B, juga nggak semudah memilih giliran siapa yang menendang bola duluan di dalam sepak bola dengan melemparkan sebuah koin.

Well, memilih itu complicated!!!

Check this out..

(tulisan dida di blogs ini pake gaya bahasa ala ”dida dianna”, yah!)

Dalam kehidupan sehari-hari kita.. Khususnya ketika kita sedang berbelanja.. Sebagai konsumen, kita dituntut untuk cermat dalam memilih dan membeli produk. Iya, kan? Di sini, dida mau menekankan suatu kata, yakni memilih! Buwat setiap teman dida yang pernah membaca blogs dida sebelumnya, pasti pernah baca tulisan dida mengenai ”pilihan”. Dan.. dalam tulisan itu dida menyatakan bahwa memilih itu NGGAK MUDAH! Iya, kan?

Begitu juga sebagai konsumen, dalam memilih produk yang kita inginkan, nggak mudah, kan? Kalau salah memilih produk, misalkan kita salah memilih baju, lantaran ukurannya kebesaran! Duh, bete banget, kan? Pas dipake juga jadi nggak OK!! Well, kalaupun baju itu bisa ditukarkan ke tokonya, lantaran kemudian kita mendapatkan ukuran yang cocok untuk kita.. TAPI.. tetep aja, butuh energi, effort, dan biaya untuk menukarkannya ke toko yang bersangkutan. Iya, kan??

Nah, kesimpulannya, dalam memilih baju, kita harus dan kudu hati-hati dan teliti.. Tadi hal yang dida omongin adalah baju, sebuah barang yang fana..

Sekarang, yang mau dida omongin adalah JODOH. Tentunya dalam memilih JODOH harus extra hati-hati dan teliti! Setuju??

Menurut TRUTH (Februari 2008) ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih jodoh:

  1. Hendaknya kita memilih teman hidup yang matang dan dewasa (dewasa mental dan kepribadian).

Ukuran memiliki dasar iman yang sama (misalnya, sama-sama beragama Kristen) bukanlah patokan bahwa orang itu baik, layak, dan pantas (kalau bahasa dida, worthed) dijadikan sebagai suami/istri. Kedewasaan rohani seseorang bukan hanya ditentukan oleh status agama semata-mata, tetapi jangka waktu dan bagaimana dia berjalan di dalam Tuhan, juga kerelaannya menyangkal diri setiap hari.

  1. Hendaknya kita memilih teman hidup yang mampu secara finansial dalam membangun rumah tangga atau keluarga.

Belakangan ini, kaum hawa (termasuk dida), sering dicap sebagai MATERIAL GIRL alias cewek matre! Lantaran, ngeliat cowok dari segi asset yang dimiliki, pekerjaan, investasi, dan berbagai sudut pandang finansial lainnya! Melalui blogs ini, hei dunia.. hei teman.. dida mau bilang, kalau dida dan beberapa cewek lainnya memiliki sudut pandang yang seperti itu, nggak berarti kita cewek matre!!! Kita realistis aja, dech! Uang bukan segala-galanya, tapi banyak hal yang butuh uang di tengah dunia yang material ini (since we are living in this material world). Kalau ada cowok atau pemuda yang belum mampu berdiri sendiri, tetapi sudah mencoba membawa pasangan kepada jenjang pernikahan, adalah isyarat bahwa pria tersebut tidak bertanggung jawab. Iyalah, mau dikasih makan apa istrinya? Mau dikasih makan cinta, huh?? Be realistic, bro.. sist..

  1. Meminta petunjuk dan pertimbangan orang tua, pembina rohani (konselor), atau orang yang dapat kita percayai dapat memberikan petunjuk dan arahan yang baik.

Nasehat dan petunjuk dari orang-orang tersebut, biasanya, lebih obyektif. Paling nggak, lebih obyektif kalau dibandingin sama kita yang sedang mabuk cinta.. Emang sih, sekarang udah bukan zamannya Siti Nurbaya, tetapi pertimbangan orang tua TETAP harus didengar. Pada umumnya, orang tua memiliki wawasan dan pandangan yang luas. Oleh karena itu, pandangan, masukan, dan nasehat mereka MUTLAK dibutuhkan.

Dalam artikel itu, dida juga menemukan beberapa point penting lainnya.. Dida kutip semuanya aja, yah! Habis, kalo dibahas per point, nanti blogsnya nggak selesai-selesai..

Pertimbangkan dengan matang, jika memilih pasangan hidup yang berkeadaan sebagai berikut:

·         Berlatar belakang ekonomi berbeda

·         Berlainan suku

·         Berlainan bangsa

·         Tidak seimbang tingkat pendidikannya

·         Berlatar belakang keluarga yang khusus dan bermasalah

·         Tidak dewasa (kayaknya, untuk ponit yang ini, udah disinggung sebelumnya!)

·         Rentang perbedaan umur yang jauh

Ujilah diri, apakah kita sungguh-sungguh mencintai calon pasangan tersebut, atau sekedar karena beberapa faktor beriku:

·         Kasihan terhadap calon pasangan tersebut

·         Sekedar ingin punya pasangan, berhubung usia sudah cukup tua

·         Sekedar ingin berketurunan

·         Sekedar mematuhi hukum tak tertulis masyarakat

·         Dorongan paksa pihak lain

·         Dorongan biologis atau berahi semata

·         Dorongan rasa sepi (karena kesepian).

Huf.. akhirnya selesai juga hal-hal yang harus dida tulis di blogs ini..

Sebagai penutup, namun bukan akhir dari blogs-blogs dida.. Dida pengen teman-teman, brothers, sisters.. membuka buku best seller sepanjang zaman.. Holy Bible, alias Alkitab.. kita lihat ada beberapa point kebenaran yang tercantum lewat ayat-ayat di bawah ini.. khususnya bagi kita (termasuk dida) yang sedang menggumulkan tentang pasangan hidup..

Kita berharga di mata Allah (Yesaya 43:4, Matius 10:29-32)

Allah mempunyai rencana yang baik bagi kita (Yeremia 29:11-13).

So, untuk semua teman-temanku yang masih menggumulkan pasangan hidupnya.. Juga untuk dida secara pribadi.. yuk, kita sama-sama gumulkan dan cari pasangan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan..

Again and again..

Never ever be tired to..

P.U.S.H. (Pray Untill Something is Happened)

-dida dianna-

                            

Gimana Kita Bisa Tahu Pasangan Hidup yang Sesuai dengan Kehendak Bapa?

Pada dasarnya, nggak ada cara yang pasti. Tapi, sebagai orang yang beriman, kita harus berdoa.. berdoa.. dan berdoa.. Ada juga yang dengan jalan berpuasa, tapi ada juga yang nggak.

Pertanyaan selanjutnya adalah, ”Berapa lama?”. Tergantung! Ada seminggu, sebulan, 3 bulan, 6 bulan, dll.

Lalu.. proses menerima jawaban dari Tuhan pun bermacam-macam.

Bisa dalam bentuk jawaban langsung secara ajaib dari Tuhan yang bisa didengar melalui kuping, ada yang dapat penglihatan atau mimpi,

ada yang dapat ayat Alkitab yang kalau ditafsirkan bisa berarti ”ya” atau ”bukan”,

ada yang merasa damai sejahtera,

ada juga yang merasa sama sekali nggak ragu,

ada yang mendapat tanda,

ada juga yang dapet Firman Tuhan yang topiknya sama berulang-ulang,

dll..

Kita nggak pernah tahu secara pasti dan yakin saklek atau minimal yakin secara signifikan (huhuhu.. bahasanya kayak bahasa skripsi banget, ”signifikan”).. Kenapa? Karena Tuhan kita itu Maha Kuasa, jadi apa rencana-Nya nggak akan bisa kita mengerti dengan kepala dan otak kita! Kalau Tuhan dan segala rencana-Nya bisa dimengerti dengan akal budi serta daya nalar otak kita, maka Tuhan kita nggak Maha Kuasa lagi, dunks?! Tuhan kita jadi Tuhan yang sebatas atau sepengetahuan akal budi dan daya nalar otak kita!! Nah, kita semua yakin, kan.. Kalau Tuhan yang kita sembah itu adalah Tuhan yang Almighty, Maha Kuasa.. Jadi, bener banget, dunks.. Kalau kemampuan manusiawi kita (akal budi, daya nalar otak kita) nggak akan bisa mengerti kebesaran kuasa dan rencana Tuhan..

So.. buwat setiap orang yang sedang menggumulkan tentang PH (baca: Pasangan Hidup), tetaplah berdoa! PUSH (Pray Until Something Happened) and never ever be give up! Tuhan akan berikan jawaban yang indah dan terbaik seturut waktu dan rencanaNya..

Jujur, dida juga sedang menggumulkan hal ini. So, let’s PUSH together!

Back to the topic..

FYI..

Ada 3 hal penting yang harus diperhatikan dalam menentukan apakah ”dia” pasangan kita atau bukan (Min2 dalam Gfresh! Februari, 2008):

1. Berdoa dan mencari jawaban Tuhan

Sebagai orang yang beriman kepada Tuhan, tentunya kita bisa berdoa. Tapi, banyak orang yang bingung bagaimana caranya mengetahui jawaban Tuhan. Nah.. Kalau kata Min2 (dalam Gfresh! Februari, 2008), ”Nasehat saya, kalo seseorang masih bingung gimana caranya denger suara Tuhan, kemungkinan besar berarti orang itu belum siap untuk punya pasangan”. Jleb.. dalem banget, yah?! Tapi, did rasa, itu wajar.. Gimanapun juga, setiap orang yang memiliki pasangan, sudah seharusnya dewasa secara rohani, kalau nggak..bagaimana mungkin orang itu siap untuk membangun sebuah rumah tangga yang berkenan di hadapan Tuhan?? Wong, ngurus kerohanian dirinya sendiri aja belum beres, masak mau memiliki anak dan membesarkannya di dalam Tuhan?? Seems that it’s toooo difficult for someone who’s not adult in God..

2. Komitmen

Dalam dunia ini, perubahan adalah suatu hal yang pasti (kecuali satu hal, yakni kasih Tuhan melalui karya keselamatan yang telah dibayar lunas oleh Yesus Kristus di atas Kayu Salib yang kemudian mengalahkan maut dan bangkit, yang artinya menang atas kuasa dosa!). Demikian juga dengan perasaan dan keyakinan.. Ada saatnya, dimana kita merasa bahwa dia, yang sudah sempat kita yakini dan rasakan bahwa dialah pasangan hidup kita.. Tapi suatu ketika, kita sama sekali nggak ngerasain lagi perasaan cinta yang dulu membara! Jujur, did pernah berada di tahap ini (waktu did dulu sempat bilang, mau mencoba untuk melangkah ke arah sebuah hubungan yang lebih serius dari sekedar pertemanan dengan someone..). Apalagi bila hubungan itu dalam jarak yang jauh, diwarnai denganketidakcocokan, pertengkaran, dll.. Kita semakin nggak yakin sama di dia.. Di sinilah komitmen sangat diperlukan. Hubungan pacaran, bukanlah sebuah hubungan platonik (did pinjem bahasa filsafat, yang artinya hubungan yang hanya berupa gagasan, tanpa hubungan jasmaniah), hubungan karena ”aku suka kamu” atau ”kamu selalu ada di saat2 aku butuh kamu”, juga bukan karena ”aku nyaman berada di samping kamu”, atau sebuah alasan indah seperti ”senyuman kamu yang selalu pengen aku lihat di dalam hari-hariku”. Tidak sesimpel itu!

Tapi, sebuah hubungan pacaran sungguh2 memerlukan sebuah komitmen. Artinya.. menurut Min2 (dalam Gfresh Februari 2008), apapun yang terjadi, sesusah apapun kita menghadapi sifat pasangan kita, kesalahan apapun yang dilakukannya, perasaan apapun yang kita rasakan padanya, NGGAK ADA KATA PUTUS!

Friends, sering kali kita merasa bahwa komitmen dari suatu hubungan berpacaran itu mulai dibangun sejak kita menikah. Masalahnya, pandangan ini totally wrong! ”Komitmen bukan dilakukan di depan altar, tapi dilakukan waktu kita memilih pasangan kita.” (Min2, 2008). Jadi, terus doakan dia (pacar kita, orang yang kita anggap dan harap dapat menjadi pasangan hidup kita) dan buat komitmen yang jelas di hadapan Tuhan secara bersama-sama.

(Huhuhu.. i am still waiting for that moment.. Someone will ask me to pray together, in front of God Almighty..).

3. Kita (secara pribadi) harus bisa menjadi pasangan yang tepat

Tanpa basa-basi.. dida kutip semua deh tulisannya Min2 dalam Gfresh! Februari 2008..

Adalah baik mencari pasangan yang tepat, tapi apakah kita sudah dapat menjadi pasangan yang tepat?

Apakah kita sudah mempunyai hubungan yang kuat dengan Tuhan, supaya waktu jadian, kita bukan jadi beban rohani, tapi justru mendukung pasangan kita di dalam Tuhan?

Apakah kita sudah siap untuk mengubah sifat-sifat jelek kita dan menjadi orang yang lebih baik setiap hari bagi pasangan kita?

Apakah kita bisa menjaga dan merawat pasangan kita?

Apakah kita bisa mendengarkan masalah pasangan kita, sekalipun kita sendiri punya masalah atau sedang sibuk?

Dengan kata lain, apakah kita sendiri sudah menjadi seperti apa yang kita harapkan dari pasangan kita?

Kalau dida.. mau nambahin lagi, nih.. Berdasarkan hasil membaca, perenungan dan hasil diskusi (diskusi sama Cynthia, yang selalu diwarnai dengan perdebatan, kesaksian, dan refleksi yang mengarah pada diri kami masing2) atas sebuah buku amazing nan begitu lugas serta jujur, sebuah buku berjudul ”I Kissed Dating Goodbye” (Joshua Harris)..

Ada 3 hal mendasar yang perlu diuji dari sikap kita dalam membina sebuah hubungan jika kita ingin mendapatkan sudut pandang Allah..

1. Cinta

Kita harus tahu apa itu arti cinta.. Tentu saja, dimulai dari cinta atau kasih Agape, Filia, dan Eros.. (Nah, kalo temen2 mau tahu lebih lanjut ttg ketiga bentuk kasih itu, hubungin dida via email aja, yah! Kalo dibahas sekarang, nanti artikelnya nggak selesai2. Huhuhu..). Apakah kita sudah mengerti, merasakan, menerima, dan membagikan kasih dalam arti yang sebenarnya?

2. Kesucian

Seperti apakah kita memandang lawan jenis kita? Apakah hanya untuk kesenangan sesaat untuk memuaskan fantasi tingkat tinggi pikiran kita tentang keindahan keintiman dengan lawan jenis sebelum menikah dan gairah jasmaniah, misalnya dengan having sex before married? Atau menjadikan lawan jenis kita sebagai suatu tanggung jawab dan kita berusaha menjaga kesucian orang lain di hadapan Tuhan?

3. Keadaan Lajang

Apa yang kita lakukan saat kita masih lajang? Sudahkah kita melayani Tuhan dengan maksimal? Memanfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan diri ke dalam sebuah perkawinan yang suci? Mempersiapkan secara jasmani (mencari uang, menginvestasikannya untuk masa depan rumah tangga kita dan pelayanan kasih Tuhan) serta rohani (Persekutuan Pribadi dengan Tuhan)..

Hohoho.. ternyata, keputusan untuk berpacaran itu nggak semudah yang dida bayangkan.. Nggak semudah bilang ”yes, i do..” dan nggak semudah jatuh cinta pada pandangan pertama!

Totally not easy, but it doesn’t mean that it is impossible! Since we still hooked on God, put our everything in Him, and lead God guide our ways.. We’ll find the way! Of course, God’s way!

Last..

Let everything is happened based on God amazing plan, in the earth like in the Heaven.

Amen..

Realita, Cinta, dan Iman

Dida seneng banget sempat membaca majalah Gfresh! Edisi Valentine, Februari 2008.

Isinya bagus buanget!!

So, here I am, wanna share it to you all..

Check it out, friends..

Menurut Ko Andre Dean Sahaga, ada 3 hal yang mesti seimbang waktu kita mau menentukan pasangan hidup kita..

  1. Cinta

Salah satu hal yang paling penting, yang mesti ada waktu kita mau menentukan pasangan hidup kita adalah “apa kita cinta dia?”. Secara logika aja, mana mungkin sih, kita bisa pacaran kalau nggak ada rasa cinta?? Makanya, salah satu hal yang mesti ada kalau mau pacaran adalah cinta.

  1. Iman

Kita butuh iman buat meyakini kalau PH (Pasangan Hidup) kita ini datangnya dari Tuhan. Kalau kita nggak punya iman PH kita datangnya dari Tuhan, mana bisa kita pacaran! Makanya, iman juga salah satu hal penting yang ada kalau kita mau masuk masa pacaran.

  1. Realita

Nah.. ini yang paling penting dari semuanya! Biasanya, kalau kita udah cinta sama seseorang, kita pasti beriman kalau orang itu datangnya dari Tuhan (iya nggak??), tapi kadang, sangking ‘beriman’-nya, kita sampai tutup mata sama kenyataan antara kita dan pasangan kita?! Jangan sampai kita terjabak di dalam ‘atas nama cinta’, terus melupakan kenyataan yang ada tentang kita dan pasangan kita. Makanya, nggak salah kalau kita minta pendapat orang tua atau orang yang lebih tua rohaninya supaya kita nggak jadi ‘buta’ atas nama dank arena cinta. Buka mata kita lebar-lebar waktu pacaran supaya pas udah menikah nanti, kita nggak kaget lagi!

Ketiga hal di atas ini mesti ada dan seimbang kalau kita mau mencari PH. Kalau ada salah satu hal aja yang nggak ada, atau nggak seimbang, bisa dijamin, hubungan pacarannya nggak bakal langgeng jadinya!

Dida wanna share..

Memang nggak mudah untuk menemukan keseimbangan antara 3 hal di atas. Tapi, bukan berarti bahwa hal itu menjadi nggak mungkin. Back to the what do I believe, my faith to God Almighty.. There’s nothing impossible since God always within us..

Kalaupun, di satu sisi, kita sudah merasa bahwa kita cinta sama si-dia.. Tapi, kita belum mengimani bahwa dialah PH kita. Juga realita mengatakan TIDAK.. so disinilah kedewasaan dan kebijakan kita berperan penting. Mampukah kita sungguh2 menjadi tidak buta ”atas nama cinta”? Hidup itu tidak hanya berdasarkan perasaan saja, tapi juga harus disadari dengan pasti bahwa ada realita di dalamnya.

Jesus Take the Wheel

Jesus Take The Wheel - Carrie Underwood

She was driving last Friday on her way to Cincinnati
On a snow white Christmas Eve
Going home to see her Mama and her Daddy with the baby in the backseat
Fifty miles to go and she was running low on faith and gasoline
It'd been a long hard year
She had a lot on her mind and she didn't pay attention
she was going way too fast
Before she knew it she was spinning on a thin black sheet of glass
She saw both their lives flash before her eyes
She didn't even have time to cry
She was sooo scared
She threw her hands up in the air

Jesus take the wheel
Take it from my hands
Cause I can't do this on my own
I'm letting go
So give me one more chance
To save me from this road I'm on
Jesus take the wheel

It was still getting colder when she made it to the shoulder
And the car came to a stop
She cried when she saw that baby in the backseat sleeping like a rock
And for the first time in a long time
She bowed her head to pray
She said I'm sorry for the way
I've been living my life
I know I've got to change
So from now on tonight

Jesus take the wheel
Take it from my hands
Cause I can't do this on my own
I'm letting go
So give me one more chance
To save me from this road I'm on

Oh, Jesus take the wheel
Oh, I'm letting go
So give me one more chance
Save me from this road I'm on
From this road I'm on
Jesus take the wheel
Oh, take it, take it from me
Oh, why, oh why

Inspiring song 4 me..

God, i give all of my problems, study, and everything to You..

Take my wheel..

Drive me to the right way..

I believe in every single of Your plan.. those will be good in my life..

in the name of Jesus Christ, the only saviour in my soul, the best friend..

Amen..

Feel as Adya

Entah kenapa, belakangan ini, dida ngerasa suntuk banget di Jakarta.. Tapi kesuntukan itu membuat imajinasi did semakin melayang tinggi, membubung diangkasa..

Sampai2, did kepikiran untuk jadi orang lain, namanya Adya. Hohoho.. si Adya ini, udah ada di pikiran did sejak kelas 1 SMP, namun segala kisah dan perasaannya belum sempat did tuangkan di dalam kertas.. Kali ini, did berhasil bikin puisi yang menggambarkan salah satu perasaan Adya (yg mungkin juga perasaan did.. - loh kok malah curhat on line?!)

Anyway, pls give ur comment about this poem..

Again.. feel as Adya..

Ada sesuatu yang nggak akan pernah berubah..

Ada sesuatu yang nggak akan pernah hilang..

Sesuatu yang takkan pernah habis..

Sesuatu yang takkan terbuang..

Selama apapun itu..

Sejauh apapun aku..

Semua pasti kembali..

Selamat datang cinta

Kan kusambut indahnya di pantai kembali

Selamat datang cinta

Kan kujaga indah yang dulu terjadi

-Adya-

Mm.. mungkin masih mengawang2 banget, yah.. ya udah.. Did bakal terbitin blogs2 berikutnya ttg Adya =)

-dida dianna-

KJB, luv it so much..

Hal yg nggak bisa dida hindari saat ini adalah KESIBUKAN akan tugas2 yang menumpuk! Semuanya KUDU dikerjain dalam waktu yang sesingka-singkatnya dengan hasil yang MAKSIMAL.

Huhuhu.. itu nggak mudah, kan?!

Dida bener2 kangen sama KJB (Kampus Jaket Biru), dalam segala kegiatannya. Mulai dari berburu berita, berburu foto, sampai rapat di malam hari.

Sekarang, dida bener2 nggak punya waktu buwat nulis. Bahkan, nulis diary pun hampir nggak sempat X( gimana mau mengejar berita, lantas wawancara dengan berbagai orang, terus melaporkannya dalam bentuk berita. Looks like impossible nowadays..

Module assisgnment, tugas "TITIPAN", tugas paper, dll, dst.. semuanya menyita waktu did. Well, nggak did sesali, sih. Toh, itu pilihan did =)

Um.. teman2 KJB, maaf yah.. dida belum bisa aktif dulu. Nanti, setelah kesibukan mulai menurun, dida akan kembali menyuarakan sesuatu di KJB.

-dida dianna-

Friends, maaf.. dida lagi sibuk banget X(

Beberapa hari ini, khususnya untuk 2 sampai 3 minggu ke depan.. dida lagi sibuk bgt.. sibuknya minta ampun, dida bahkan kdu merelakan waktu tidur dida untuk mengerjakan tugas2 yang bejibun nan banyak.. Jadi, maaf sekali untuk temen2 yang nelpon ke rumah dida, lantas dida nggak bisa ngobrol dengan kalian.. Maaf, buanget! Karena dida lagi nggak pengen diganggu aja, even itu waktu santai did.. Did pengen ngerasain waktu tenang tanpa telpon dulu, at least selama 2-3 minggu ke depan.. Tanpa telpon yang menagih tugas2 yang ber-date line.. Tanpa telpon apapun, even Cuma telpon iseng untuk tukar pikiran.. Teman2, maaf buanget, yah.. Dida, belakangan ini lagi fokus sama KU (Kelas Unggulan) beserta tugas2nya yang menggila, PT PSM karena lagi heboh dalam persiapan Teenager’s Fellowship (pelayanan di komisi remaja Gereja), dan Lab MK (ngajar dan koreksi jawaban..). Huhuhu.. ketiga kegiatan tersebut, ditambah kuliah did, dah bikin did nggak bisa tidur nyenyak+terpaksa kekurangan waktu tidur.. Sekali lagi, maaf banget, temen2.. Nanti, setelah lewat dari 3 minggu ini, i’ll be back to you all.. then, we can share about many things..

Luv u all, friends..

GBUs =) =)

-dida dianna-

Maaf.. Dida sibuk banget..

Bukan hal yang jarang ketika did mendapat teguran dari orang2 di sekitar.. "dida, loe tuh sibuk banget sih.."

Dida tau, sadar, dan ngerasain banget betapa padatnya hari2 ini. Tugas nan menumpuk, kerjaan2 lain datang silih berganti.. Did mensyukuri semua itu, Tuhan masih mempercayakan did untuk mengerjakan semuanya. Tuhan juga masih memberi did semangat, nafas kehidupan, plus kekuatan untuk menyelesaikan semuanya. Dan did selalu percaya kalo Tuhan takkan memberikan sesuatu yang tak bisa did selesaikan.

Masalahnya, did sering lupa sama lingkungan sekitar..  Konkretnya, sering kali, did nggak denger kalo ada orang yang manggil did (Huhuhu, untuk mereka, terutama yang manggil2in did di gereja, namun diriqu tak kunjung menengok,maaf yach.. lagi konsen di bagian konsumsi PT soalnya..). Terus, did pun sering kali terlalu sibuk lantas memaksa mereka yang ingin menemui did, kdu menunggu. yaya.. did tau, menunggu adalah kegiatan yang nyebelin buanget!!! Buat siapapun, yang pernah nungguin did, kalo ngingetin did, via sms atau miskol, yah.. itu akan lebih efektif.

Terus, paling nggak enak lagi, kalo did udah marah2 lantas nggak pasang tampang cemberut, tapi senyam senyum sambil nyindir abis2an. Huhuhuhu.. hohohoho.. adik2ku teruma yang sering ngalamin hal ini. Maaf yah, klo kak dida itu orangnya keceplosan. Kakak kayak gitu bukan tanpa alasan. Biasanya, karena pertemuan kita ngaret (kalian datengnya ngaret lebih dari 30 menit --> sampe 2 jam, bow..). Tuh, kan.. did nyindir lagi.. Maaf.. maaf..!!!

Teman2, adik2, klo tiba2 did kayak begitu lagi, tolong ingetin did yah.. Maklumlah, belakangan ini lagi sibuk buanget! Banyak tugas2 yang mepet2, jadi kerjanya extra..

Oke, thx a lot!

C u then..

GBUs )=)

Ketika harus membalas sms yang did rasa NGGAK PENTING!!

Ceritanya did berlanjut dari blogs2 sebelumnya, nich ;)

Setelah melalui proses pengobatan luka yang amat menyakitkan dan masih terus berlangsung sampai saat ini, did memasuki hari2 yang baru. Tentu aja dengan pengalaman2 seru lainnya.

Okay, let’s start it..

Dida.. sebagai salah satu cewek yang punya julukan “cewek super sibuk”, “cewek sok sibuk”, “cewek segudang aktivitas”, dll, dst.. agak rada sedikit males ngebales sms nggak penting. Yang bisa dikategorikan sms nggak penting adalah sms yang kurang lebih berisi kata2 sbb:

            Dida.. lagi ngapain?

HWA…!!! Sumpah ya, sms kayak gitu nggak penting banget! Biasanya did bales:

            Lagi sms.. (kalau did lagi nggak terlalu sibuk)

            NGGAK EFISIEN! (kalau did lagi bener2 males nanggepin sms ga penting)

Huhu, kejamnya did X( masalahnya, did rasa, sms yang isinya begitu, sama sekali nggak berguna buat did. Logika berpikirnya begini, nih..

1. Membalas sms yang isinya kayak di atas Cuma membuang sia-sia Rp 350,- untuk provider di luar simpati dan Rp 300,- kalo providernya simpati dkk..

2. Isi sms balasannya, relative tidak berguna dan ada kecenderungan untuk mengganggu aktifitas did! Misal: did lagi nginternet, lagi asik2nya browsing tugas atau lagi asik2nya ngebalesin email + ngecek friendster, Nah, dengan adanya aktifitas membalas sms tak berguna di atas, waktu did jadi terbuang percuma. Nah, artinya juga, biaya nginternet terbuang beberapa detik.. Kalau dikonvesikan kayak gini..

Untuk bales sms, rata2 did butuh wakt 1 menit. Di telkomnet instant (paket Sabtu-Minggu alias paket weekend), maka biaya yang terbuang percuma (utk membalas sms tsb) sebesar:

(Rp 6.000,- / 60 menit) x 1 menit = Rp 600,- per sms.

Apalagi kalo pertanyaan dari sms tadi berlanjut, bisa dihitung ketidakefisiensiannya kegiatan tersebut! Belum lagi kalo did nginternet di luar paket weekend telkomnet instant.. Duh, duh, makin NGGAK EFISIEN!

Tapi..

Did inget, salah satu temen did.. (eh salah.. koreksi deh..) salah banyak temen did sering bilang bahwa nggak segala sesuatu bisa dikonversikan dgn uang. Dan, belakangan ini, did ngerasa, statement di atas ada benernya =)

Walaupun did cinta mati sama yang namanya finance (the art and science of managing money), nggak berarti prinsip finance bisa diterapkan dalam segala hal! Khususnya sms2 khusus dari orang khusus..

Udah beberapa hari ini, did nerima sms kayak gitu..

Tarida, lagi ngapain? Bls. Thx.

            

Hwa.. males banget ngebales sms itu, tapi ntah kenapa did malad membalas sms itu panjang lebar. Yaya, masih ada unsur bete-nya juga, sih.. did tetep ngebales ”lagi sms..” tapi ditambah embel2 lain yang did rasa nggak penting.. Kya ngasih tau kalo lagi banyak kerjaan, tugas menumpuk, rencana bakalan begadang u kerjain tugas, dll, dkk, dst..

Did aja sampe bingung, kok bisa2nya did ngebales sms segitu panjangnya?! Seinget did, itu jam setengah sembilanan.. artinya, jam istirahat did! Biasanya juga, did paling ogah diganggu sama sms2 nggak penting jam segitu!! Tapi kok, kali ini lain?! Did lagi aneh, nich =(

Hebatnya, orang yang sms did itu tipikal rasional people yang ngerti bahwa did itu lagi sibuk gila. So, diakhirilah sms itu dengan ucapan yang kurang lebih

Y ud, nggak ganggu d. Selesein dulu kerjnya. Met mlm.

Hohoho.. that’s great! Thx God, masih ada orang yang berpikir relative efektif dan efisien di dunia ini, khususnya utk kasus2 sms yang did anggap nggak penting!

Nah, besok2nya.. did dapet pelajaran yang berharga banget!

Jujur y, did nggak suka sama yang satu ini.. tapi .. i really really miss that kind of sms.. sms which is not efficient! Kok, rasanya ada yang kurang di hari itu kalo nggak nerima sms semacam itu..

Besok2nya lagi..

Pas did ketemu orang yang sms-in did (yg sms-nya did anggap nggak efisien). Sebagai eye reader (pembaca mata), did bisa baca matanya, kalo orang yang nge-sms (yg dulu did golongin sebagau sms nggak penting) itu, memancarkan tatapan teduh, tenang, tapi khawatir.. khawatir yang berlebih sampe nggak ngasih respon apapun (nggak nyapa, nggak manggil, nggak sms pula), lantas.. dari jauh cuma ngeliatin did yang ribet+sibuk (kalo istilah org itu: asik) sama kerjaan did.   

Ck..ck..ck.. hati did tersentuh, sesaat, did pengen ngampirin org itu n bilang.. ”it’s okay.. that’s my life.. totally busy..”. Tapi.. did nggak lakuin itu, panggilan2 seperti “dida.. gimana kelanjutan acara?” trus “dida.. habis gini, diapain lagi?”.. panggilan2 itu lebih mendesak did untuk melangkahkan kaki kesana dibandingkan ke orang itu. Hingga orang itu pulang dan did Cuma bisa senyum sambil melambaikan tangan.

Ya, did agak jahat. Dah tahu, perasaan did bilang kalo orang itu lagi care sama did. Mbok ditemuin..say something lah.. apa kek.. tapi, nggak did lakukan! Stupid me!

Besok2nya..

Orang itu (akhirnya) kirim sms nggak penting lagi. Setelah beberapa hari nggak kirim sms (mgkn krn dia juga sibuk+ngerti sikon did yang fulled with jobs)..

Kali ini, did nggak mau salah ambil langkah lagi. Yup, did bales dengan lengkap n jelas sms yang dulu did anggap nggak penting itu. Efeknya.. ternyata bener. Orang itu bener2 khawatir sama did. Alhasil, masuklah berbagai nasehat2, mulai dari jangan diforsir, jangan lupa makan, jagan lupa istirahat, sampe jangan lupa berdoa. Well, bosen juga dapet sms yang isinya nasehat2 seperti itu mulu.. tapi, emang itu sih  nasehat2 yang did butuhin ;) dan entah kenapa, did makin seneng dapet sms kayak gitu.. rasanya.. hati did plong. Dan.. Sometimes, I opened those sms! Believe me, I never ever done this before! Huhuhu.. what’s happened to me?!

Yaya, did belajar hal2 baru dari sms yang pernah did golongin sebagai sms nggak penting..

Bahwa sms itu kudu dibales, se-nggak efektif atau se-nggak efisies kayak apapun. Seseorang nge-sms pasti karena dia butuh sesuatu. Did nggak mau bikin orang jadi khawatir kayak dulu lagi, lantas did sendiri yang berasa bersalah.

Well, buat temen2 yang suka nggak did bales sms-nya, did minta maaf d.. Buat temen2 yang dibalesin sms-nya lama banget, maafin did juga yah.. Sekarang, did slalu berusaha membalas semua sms (selama masih ada pulsa). Hehehe..

Nb:

Buat chika..

Anna numpang nyampein pesen:

Chik, nggak semua cowok itu buaya darat. Um, mungkin lo agak susah menerima statement ini saat ini. But believe me.. you’ll find him! Harusnya, lo liat mata si bagas pas dia nungguin gue waktu gue lagi date line mading! Dia rela nungguin gue, lantaran nongkrong sampe dia bete.. So, come on girl, you have to find someone like him.. Caiyo! –anna m-

Nb lagi..

Buat anna

Bikin fs sendiri napa? Pake numpang2 di fs orang X( btw, lebih baik, lo sms si chika kalee.. supaya pesen lo langsung nyampe!! –dida dianna-

Nb again:

Buat dida dianna

Gue udah coba nelp+sms chika.. tapi nggak ada respon yg brarti. Ya ud sih, numpang beberapa baris doing, gpp

kan

?! Sesama eye reader.. harus saling tolong-menolong dan care! Katanya loe mau lebih care sama orang lain ;) Jangan Cuma “si dia” aja yang lo perhatiin.. –anna m-

Nb lagi-lagi..

Buat anna m

Iya2, asal jangan panjang2 pesennya. Ntar blogs gw kepenuhan gara2 message lo! Eh, apaan sih, lo nuduh gw yang nggak2!! ”si dia” siapa? Yang mana? –dida dianna-

Nb more:

Buat dida dianna

Halah, jangan sok muna! Ya ud, klo belom maw ngaku gpp, gw tunggu kisah2 curhatan lo yg melankolis itu.. atau.. gue tunggu ”traktiran” lo, dech?! Hwahahaha.. –anna m-

Nb last..

Buat anna m

Udah2.. gue masih kudu kerjain tugas, bow.. debat dilanjutin besok aja! Tapi, nggak boleh ada bagas! Bisa mati kutu gue kalo dia ikut bantuin lo debat! Gue cut obrolan kita disini..

-dida dianna-

Temen2.. maaf yah, si anna emang gitu.. anaknya ribet kalo udah nyangkut soal komentar2 n perdebatan. So, anggap aja si anna itu Cuma angin lewat, dan.. tunggu terus blogs did yang lain..

-dida dianna-

Banjir..

Jakarta, Bogor, Depok diguyur hujan amat sangat deras nan terus-menerus beberapa hari belakangan ini.. Akibatnya, banjir dimana2..

Masak sih?? Cuma gara2 hujan lebat, lantas langsung banjir gitu Jakarta dan sekitarnya? I'm not sure! Let's check it out..

Menurut did karena beberapa hal di bawah ini:

1. saluran air kurang mendukung

Secara yah.. got2 di Jakarta tuh kebanyakan berisi sampah. Iya, kan? Buktinya nggak sedikit kok, orang2 yang ngebuang sampah d got. Selain itu saluran airnya juga kecil. Coba aja bandingin sama kota SOLO! Kota itu juga pernah kebanjiran besar (sekitar tahun 70an), bedanya sama Jakarta, kota itu cepet belajar.. Solo memperbaiki drainasenya dengan membangun saluran2 air yang banyak dan gorong2 yang besar2 (walaupun meminta bantuan Jepang untuk merealisasikannya, secara Indonesia belum mampu saat itu!).

Let's take a look to our river.. Ya ampuuun, warna airnya relatif kecoklatan atau keijoan, terus banyak sampah yang megambang2, dan juga bau yang bener2 nggak sedap bikin klop kalo kali di Jakarta patut diacungi dua jempol terbalik alias ke arah bawah! Nah..nah.. itu baru yang kasat mata, loh.. belom lagi kalo kita mau ukur dalamnya kali itu. Kemungkinan besar sih, udah terjadi pendangkalan! Well, sekarang emang bukan jamannya gubernur Ali Sadikin yang rela2 nyebur ke sungai Ciliwung untuk meriksa secara langsung kedangkalan kali itu.. Um, mungkin pegawai2 DKI lagi repot ngurusin Busway kali, yah.. Jadi, saluran2 air RELATIF TERBENGKALAI.. Habisnya, proyek busway kan lebih tinggi produktivitasnya dalam menghasilkan uang dari pada saluran air atau kali.. Nah, nah, tapi kalau saluran air nggak diperhatiin, ya gitu, dech.. liat aja banjir kemaren. Pertmanina, PLN, Telkom, KAI, dll, dst, jadi rugi bermilyar2 rupiah. Kalo gini, proyek mana yang lebih penting?!

2. Pembangunan bangunan yang tidak benar

Maksudnya gini loh.. Itu tuh.. Kelapa Gading. Dulunya kan, itu EMPANG!!! Coba yah, tolong dicatet.. dulu itu daerah buat EMPANG!! Sekarang?! Hwa..jadi kawasan elit, euy! Yup2, developer emang pinter mencari market dan menilai produk. Banyak loh, orang2 yang beli rumah atau property di daerah sana.. It means, there's cash flow for the developer! Artinya, prospek proyek bagus! Nilai proyek tinggi! TAPI.. kalo dah ketahuan kalo Kelapa Gading tuh daerah banjir, masih bisa tinggikah harga jual property di sana?????

Well, untuk mendirikan bangunan emang perlu berbagai izin. Mulai darierizinana tata kota hingga IMB. Jadi, kalo bangunan udah didiriin, pastinya udah dapet ijin dari pemda setempat..Iya, kan?! Bisa juga ditarik kesimpulan kalo bangunan itu nggak bakal mengganggu keseimbangan antara lahan yang dibangun dengan peresapan air. Iya, kan?! Tapi.. coba liat faktanya, dech! Mega proyek kayak Lapindo Brantas yang tentunya bakal butuh ijijn beribet yang tentunya juga SKB (Studi Kelayakan Bisnis)-nya harus Oke, bsa kecolongan juga X( Bow, Surabaya kena banjir lumpur panas, loh.. Seluruh dunia memantau hal itu.. Ketauan banget kan, betapa tidak profesionalnya negara ini? Atau betapa "perlu dikasihaninya" negara ini??

Well, ttg semburan lumpur Lapindo, bakal did bahas lain waktu. Btw, i have reallly2 good news about that disaster. It is totally good news yang amat sangat positif dan menguntungkan.. Makanya tunggu tulisan dan curhat2 did berikutnya.

Oke.. next!

3. Jakarta di bawah permukaan air laut

Nah.. pada sadar nggak ttg fakta ini kalo Jakarta tercinta itu bawah permukaan air laut or minimal rata sama permukaan air laut! Eits, jangan bergidik ngeri, yah.. (ngangguk2) jujur nih, kalo mau jujur, harusnya Jakarta tuh bkin tanggul kayak Belanda. Tapi.. apa yang kita lakukan saat ini? Kita terlalu sibuk membangun mass transportation (yang mana koridor barunya masih berisi sekitar 5 bus, sehingga nunggu transjakarta pun bakal setengah jam-an). Um.. itu menurut did yah.. Ntar, di blogs berikutnya did bawain fakta, berapa ketinggian DKI Jakarta Raya ini..

Well, that's all my opinion. What do you think about BANJIR at Jakarta?

Give me a reply..

GBUs =) =)

My Photo
Powered by Friendster Blogs